Memasuki Tahun Kedua Kepemimpinan Bobby Nasution, Begini Reaksi Masyarakat
PERSINVESTIGASI.COM, MEDAN - Sejumlah masyarakat Sumatera Utara memberikan reaksi dan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, khususnya dalam menghadapi tantangan berat fiskal yang menekan bersamaan dengan dampak bencana alam, namun belakangan kondisi itu perlahan mulai menunjukkan arah pembangunan dengan ketersediaan anggaran yang terus diperjuangkan Bobby melalui komunikasi yang proaktif dengan pemerintah pusat. 15/03/2026.
"Insyaallah kata Kepala Bappenas, insyaallah akan ditambah tapi angkanya belum terinfokan ke kita (Sumut)," kata Bobby Nasution, Jumat (13/3/2026) lalu.
Bobby menjelaskan jika anggaran tersebut akan dikelola oleh kementerian dan lembaga sesuai peruntukannya masing-masing. Sehingga anggaran tersebut tidak masuk melalui Pemprov Sumut.
Beberapa waktu lalu terlihat jelas bahwa Gubernur Sumatera Utara termuda itu menunjukkan sikap tegasnya saat menolak anggaran 2,1 triliun dari anggaran 30 triliunan untuk pemulihan pasca bencana di Sumut. Menurutnya, 2,1 Triliunan untuk mengembalikan posisi kerusakan Sumut pasca bencana adalah tidak masuk akal.
"Dana yang kemarin kita agak sedikit keberatan itu dananya fiur hanya untuk kementerian dan lembaga, jadi bukan dana yang akan masuk ke pemerintah daerah, tidak sama sekali, itu masuk ke kementerian dan lembaga yang menangani penanganan bencana. Nanti yang kerjapun akan kementerian dan lembaga, yang kami inginkan itu hanya bagaimana kementerian dan lembaga itu benar-benar menjadikan Sumatera Utara ini juga bagian penting penanganan bencana" jelasnya.
Atas kabar yang menggembirakan ini, masyarakat Sumatera Utara, khususnya daerah terdampak yang hingga saat ini terus dalam kondisi memprihatinkan dan menderita pasca bencana, sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah tegas dari Gubernur Bobby Nasution, dan masyarakat pun menilai bahwa Bobby benar-benar menunjukkan diri sebagai bagian dari penderitaan masyarakat Sumut yang belakangan mengalami nestapa dan teragedi kemanusiaan karena bencana akibat ulah manusia.
Sebagai bagian dari masyarakat Sumatera Utara, Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Pemerintah dan Kejahatan di Indonesia (LPKKI), Feri Sibarani, S.H, M.H, turut memberikan apresiasi dan dukungan moril atas langkah Bobby dalam memperjuangkan pembangunan Sumatera Utara. Feri Sibarani, kepada jurnalis Media ini, mengatakan pihaknya justru melihat nilai 30 triliun untuk kebutuhan pasca bencana Sumut sudah sangat realistis.
"Mendengar nilai 30 triliun itu diperoleh berdasarkan penghitungan dari semua pihak dan unsur, menurut kami adalah angka yang sangat realistis. Karena faktanya bencana akhir Desember lalu telah meluluhlantakkan beberapa daerah di Sumut. Semua itu wajib di tanggulangi oleh Negara, dan tidak boleh Negara berhitung untuk pemulihan korban dan dampak bencana" Sebut Feri Sibarani.
Dalam perbincangan hari ini, pihak LPKKI menganggap bahwa bencana Sumatera Utara adalah tragedi kemanusiaan yang sangat tragis dan menyedihkan.
"Kita tidak bisa bayangkan situasinya saat itu, ibarat kiamat dan akhir segalanya. Tidak ada yang tersisa dari kehidupan masyarakat. Semua menjadi korban. Yang paling menyedihkan berdasarkan hasil penelitian berbagai pihak yang kompeten, bencana ini adalah akibat ulah manusia yang melakukan kegiatan usaha dengan merusak alam" Lanjut Feri.
Sebagaimana diketahui, sesuai data rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P), Sumut membutuhkan sekitar Rp 30 triliun. Namun belakangan Bobby mengungkapkan jika dana tersebut bersumber dari APBN, APBD provinsi, dan APBD kabupaten/kota.
"Memang semua Rp 30 triliun tidak akan mungkin karena itu berbagi antara pekerjaan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang terdampak. Yang pusat uangnya itu yang akan disiapkan, yang kabupaten/kota dan provinsi Pak Presiden sudah mengembalikan TKD kita, itu bagian salah satunya uangnya digunakan untuk penanganan bencana, termasuk kami dari provinsi akan siap lebaran ini akan kami umumkan uangnya kemana-mana saja, untuk apa saja, lagi kita susun itu," ucapnya.
Dana tranfer ke daerah (TKD) Sumut sendiri yang sudha dicairkan sebesar Rp 430 miliar dari Rp 1,2 triliun. Bobby mengungkapkan jika siap lebaran bakal mengumumkan alokasi dana tersebut.
Sumber: Wawancara/media online
Editor: Nana Siregar
Kepada seluruh warga masyarakat, diharapkan partisipasinya, agar dapat membantu Redaksi, jika mengetahui ada peristiwa, informasi, data, dokumen, video, gambar, peristiwa kejahatan narkoba, BBM Ilegal, Korupsi Pejabat Pemerintah, BUMN, PTPN, Rumah sakit, oknum-oknum penegak hukum, kebakaran, longsor, banjir bandang, Dll, silahkan kirimkan ke Redaksi melalui Email: Aktualdetik19@gmail.com dan nomor WA:085278586500 - 085363814752.


